CHINA
SEJARAH
Setelah
Perang Dunia II, Perang Saudara Cina antara Partai Komunis Cina dan Kuomintang berakhir pada 1949 dengan pihak komunis menguasai Cina Daratan dan Kuomintang menguasai Taiwan dan beberapa pulau-pulau lepas pantai di Fujian. Pada 1 Oktober 1949, Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Cina dan mendirikan sebuah negara komunis.[13]
Para pendukung Era Maoisme, yang terdiri dari kebanyakan rakyat Cina
miskin dan lebih tradisionil atau nasionalis dan pemerhati asing yang
percaya kepada komunisme, mengatakan bahwa di bawah Mao, persatuan dan
kedaulatan Cina dapat dipastikan untuk pertama kalinya dalam beberapa
dekade terakhir, dan terdapat perkembangan infrastruktur, industri,
kesehatan, dan pendidikan, yang mereka percayai telah membantu
meningkatkan standar hidup rakyat. Mereka juga yakin bahwa kampanye
seperti
Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan
penting dalam mempercepat perkembangan Cina dan menjernihkan kebudayaan
mereka. Pihak pendukung juga ragu terhadap statistik dan kesaksian yang
diberikan mengenai jumlah korban jiwa dan kerusakan lainnya yang
disebabkan kampanye Mao.
Meskipun begitu, para kritikus rezim Mao, yang terdiri dari mayoritas
analis asing dan para peninjau serta beberapa rakyat Cina, khususnya
para anggota kelas menengah dan penduduk kota yang lebih terbuka
pemikirannya, mengatakan bahwa pemerintahan Mao membebankan pengawasan
yang ketat terhadap kehidupan sehari-hari rakyat, dan yakin bahwa
kampanye seperti
Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan berperan atau mengakibatkan hilangnya jutaan jiwa, mendatangkan biaya ekonomi yang besar, dan merusak warisan budaya Cina. Lompatan Jauh ke Depan, pada khususnya, mendahului periode kelaparan yang besar di Cina yang, menurut sumber-sumber Barat dan Timur yang dapat dipercaya, mengakibatkan kematian 45 juta orang[14]; kebanyakan analis Barat dan Cina mengatakan ini disebabkan Lompatan Jauh ke Depan
namun Mao dan lainnya mengatakan ini disebabkan musibah alam; ada juga
yang meragukan angka kematian tersebut, atau berkata bahwa lebih banyak
orang mati karena kelaparan atau sebab politis lainnya pada masa
pemerintahan Chiang Kai Shek.
Setelah kegagalan ekonomi yang dramatis pada awal
1960-an, Mao mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Cina. Kongres Rakyat Nasional melantik Liu Shaoqi
sebagai pengganti Mao. Mao tetap menjadi ketua partai namun dilepas
dari tugas ekonomi sehari-hari yang dikontrol dengan lebih lunak oleh Liu Shaoqi, Deng Xiaoping dan lainnya yang memulai reformasi keuangan.
Pada 1966 Mao meluncurkan
Revolusi Kebudayaan,
yang dilihat lawannya (termasuk analis Barat dan banyak remaja Cina
kala itu) sebagai balasan terhadap rival-rivalnya dengan memobilisasi
para remaja untuk mendukung pemikirannya dan menyingkirkan kepemimpinan
yang lunak pada saat itu, namun oleh pendukungnya dipandang sebagai
sebuah percobaan demokrasi langsung dan sebuah langkah asli dalam
menghilangkan korupsi dan pengaruh buruk lainnya dari masyarakat Cina.
Kekacauan pun timbul namun hal ini segera berkurang di bawah
kepemimpinan Zhou Enlai di mana para kekuatan moderat kembali memperoleh pengaruhnya. Setelah kematian Mao, Deng Xiaoping berhasil memperoleh kekuasaan dan janda Mao, Jiang Qing beserta rekan-rekannya, Kelompok Empat, yang telah mengambil alih kekuasaan negara, ditangkap dan dibawa ke pengadilan.
Sejak saat itu, pihak pemerintah telah secara bertahap (dan telah
banyak) melunakkan kontrol pemerintah terhadap kehidupan sehari-hari
rakyatnya, dan telah memulai perpindahan ekonomi Cina menuju sistem
berbasiskan pasar.
Para pendukung reformasi keuangan – biasanya rakyat kelas menengah
dan pemerhati Barat berhaluan kiri-tengah dan kanan – menunjukkan bukti
terjadinya perkembangan pesat pada ekonomi di sektor konsumen dan
ekspor, terciptanya
kelas menengah
(khususnya di kota pesisir di mana sebagian besar perkembangan industri
dipusatkan) yang kini merupakan 15% dari populasi, standar hidup yang
kian tinggi (diperlihatkan melalui peningkatan pesat pada GDP per
kapita, belanja konsumen, perkiraan umur, persentase baca-tulis, dan
jumlah produksi beras) dan hak dan kebebasan pribadi yang lebih luas
untuk masyarakat biasa.
Para pengkritik reformasi ekonomi – biasanya masyarakat miskin di
Cina dan pemerhati Barat berhaluan kiri, menunjukkan bukti bahwa proses
reformasi telah menciptakan kesenjangan kekayaan, polusi lingkungan,
korupsi yang menjadi-jadi, pengangguran
yang meningkat akibat PHK di perusahaan negara yang tidak efisien,
serta telah memperkenalkan pengaruh budaya yang kurang diterima.
Akibatnya mereka percaya bahwa budaya Cina telah dikorupsi, rakyat
miskin semakin miskin dan terpisah, dan stabilitas sosial negara semakin
terancam.
Meskipun ada kelonggaran terhadap
kapitalisme,
Partai Komunis Cina tetap berkuasa dan telah mempertahankan kebijakan
yang mengekang terhadap kumpulan-kumpulan yang dianggap berbahaya,
seperti Falun Gong dan gerakan separatis di Tibet.
Pendukung kebijakan ini – biasanya penduduk pedesaan dan mayoritas
kecil penduduk perkotaan, menyatakan bahwa kebijakan ini menjaga
stabilitas dalam sebuah masyarakat yang terpecah oleh perbedaan kelas
dan permusuhan, yang tidak mempunyai sejarah partisipasi publik, dan
hukum yang terbatas. Para pengkritik – umumnya minoritas dari rakyat
Cina, para rakyat pelarian Cina di luar negeri, penduduk Taiwan dan Hong
Kong, etnis minoritas seperti bangsa Tibet dan pihak Barat, mengatakan
bahwa kebijakan ini melanggar hak asasi manusia yang dikenal komunitas internasional, dan mereka juga mengklaim hal tersebut mengakibatkan terciptanya sebuah negara polisi, yang menimbulkan rasa takut.
Cina mengadopsi
konstitusi yang kini digunakan pada 4 Desember 1982.
POLITIK
Menurut definisi resminya, RRC merupakan suatu
negara komunis
karena ia memang merupakan negara komunis pada kebanyakan abad ke-20
yang lalu. Secara resmi ia masih dikenal sebagai negara komunis,
meskipun sejumlah
ilmuwan politik
kini tidak mendefinisikannya sebagai negara komunis. Tiada definisi
yang tepat yang dapat diberikan kepada jenis pemerintahan yang diamalkan
negara ini, karena
strukturnya
tidak dikenal pasti. Salah satu sebab masalah ini ada adalah karena
sejarahnya, Cina merupakan negara yang diperintah oleh para kaisar
selama 2000 tahun dengan sebuah pemerintahan pusat yang kuat dengan
pengaruh Kong Hu Cu. Setelah tahun 1911 pula, Cina diperintah secara
otokratis oleh KMT dan beberapa panglima perang dan setelah 1949 pula didobrak partai komunis Cina.
Rezim PRC sering dikatakan sebagai
otokratis,
komunis dan
sosialis. Ia juga dilihat sebagai
kerajaan komunis. Anggota komunis yang bersayap lebih ke kiri menjulukinya
negara kapitalis.
Memang, negara Cina semakin lama semakin menuju ke arah sistem ekonomi
bebas. Dalam suatu dokumen resmi yang dikeluarkan baru-baru ini,
pemerintah menggariskan administrasi negara berdasarkan demokrasi,
meskipun keadaan sebenarnya di sana tidak begitu.
Pemerintah RRC dikawal oleh
Partai Komunis Cina (CCP). Walaupun terdapat sedikit-banyak gerakan ke arah liberalisasi, seperti
pemilu
yang sekarang diadakan di peringkat kampung dan sebagian badan
perwakilan menampakkan sikap tegas mereka dari masa ke masa, partai ini
terus memiliki kawalan terutama atas pemilihan jabatan-jabatan
pemerintahan. Walaupun negara menggunakan cara otokratis untuk mengusir
elemen-elemen penentangan terhadap pemerintahannya, ia pada masa yang
sama juga mencoba mengurangi penentangan dengan memajukan ekonomi,
membenarkan tunjuk perasaan pribadi, dan melayani para penentang yang
dianggap tidak berbahaya terhadap pemerintah secara lebih adil.
Penyaringan terhadap
dakyah-dakyah
politik juga rutin, dan RRC secara berang menghapuskan protes atau
organisasi apapun yang dianggapnya berbahaya terhadap pemerintahannya,
seperti yang terjadi di
Tiananmen pada tahun
1989.
Akan tetapi, media republik rakyat ini semakin aktif menyiarkan masalah
sosial dan menghebohkan gejala 'penyogokan' di peringkat bawahan
pemerintahan. RRC juga begitu berhasil menghalangi gerakan informasi,
dan ada masanya mereka terpaksa mengganti polisi mereka sebagai tindakan
balas terhadap protes rakyat. Walaupun penentangan berstruktur terhadap
CCP tidak dibenarkan sama sekali, demonstrasi rakyat semakin lama
semakin kerap dan dibiarkan. Baru-baru ini, Hu Jintao yang ingin
memopulerkan gambaran konservatif, meningkatkan pengawalan pemernitahan
atas harian-harian, termasuk harian-harian luar termasuk New York Times.
Namun tidak dinafikan ini kemungkinan juga bersumber dari sifat
harian-harian Barat yang sering menyeleweng dalam memberi laporan yang
sebenarnya dan bersifat angkuh dan biadab serta tidak faham sensitivitas
negara Timur.
Popularitas PKC di kalangan rakyat sukar diukur, karena tiada pemilu
di tingkat nasional, dan apabila orang Cina ditanya secara sendirinya
pula, ada sebagian yang menyokong dan ada pula yang membangkang. Secara
umum, banyak dari mereka yang suka akan peranan pemerintahan
mengabadikan stabilitas, yang membolehkan ekonomi maju tanpa masalah
apapun. Antara masalah-masalah politik yang utama di Cina adalah jurang
sosial di antara kaya dan miskin dan gejala suap yang berlaku karena
biokrasi pemerintahan.
Terdapat juga partai politik yang lain di RRC, walaupun mereka hanya
sekadar sub-partai atau parti yang rapat dengan PKC. PKC mengadakan
dialog dengan mereka melalui suatu badan perhubungan khusus, yang
dinamai
Dewan Perhubungan Cadangan Rakyat Cina
(CPPCC) yang dipertimbangkan RRC. Cara ini lebih disukai pemerintahan
dibandingkan pemilu. Kendati begitu, partai ini secara totalnya tidak
memberi kesan apapun terhadap polisi dan dasar-dasar kerajaan. Fungsi
badan perhubungan khusus ini lebih kepada mata luaran CPP, walaupun
terdapat pengawai badan ini di semua tingkat pemerintahan.
MILITER
Cina mempunyai pasukan tentara terbesar di dunia, meski ada kepercayaan umum baik di dalam kalangan Pasukan Pembebasan Rakyat (
People's Liberation Army, PLA) maupun pengamat luar bahwa jumlah bukanlah ukuran kekuatan militer yang baik. PLA terdiri dari
angkatan laut Cina dan
angkatan udara. Fakta itu membuat membuatkan kebanyakan
organisasi hak asasi manusia
Barat merasa geram dan sangsi dengan kata-kata Cina yang menginginkan
keamanan, sekalipun telah disetujui di dalam dan di luar Republik bahwa
kemampuan tentara RRC melaksanakan operasi ketenteraan di luar kawasan
jajahannya terbatas dan jumlah anggota tidak begitu berguna untuk
menentukan kekuatan tentaranya. Tentara republik termasuk
angkatan laut dan
angkatan udara.
Memperkirakan dana militer Cina akan menghasilkan berbagai angka-angka
yang berbeda berdasarkan apa yang dianggap militer, bagaimana
mengartikan informasi terbatas yang tersedia, dan bagaimana seseorang
menghadapi faktor-faktor nilai tukar mata uang. Perkiraan-perkiraan yang
ada memberikan nilai US$9 miliar sebagai yang terendah dan US$60 miliar
sebagai yang tertinggi (dari segi
purchasing power parity)
pada tahun 2003; jumlah US$60 miliar tersebut membuat Cina sebagai
negara kedua terbesar setelah Amerika Serikat yang mempunyai dana
anggaran US$400 miliar. Pembelanjaan militer republik ini pada tahun
2005
adalah AS$ 30 miliar, tetapi ini tidak termasuk uang yang digunakan
untuk pembelian senjata luar, kajian dan pembangunan ketentaraan,
ataupun paramiliter (Polisi RRC), dan kritikus menjulukinya sebagai
percobaan yang sengaja dilakukan untuk menipu dunia. Baru-baru ini satu
kajian
RAND di halaman situs
ini
memperkirakan bahwa perbelanjaan militer republik yang sebenarnya
adalah 1,4-1,7 kali lipat lebih besar daripada pengeluaran resminya.
Akan tetapi , tentara Amerika juga mencoba menipu dengan pengeluarannya
dengan sengaja mengeluarkan perbelanjaannya di Afghanistan dan Irak
daripada belanja Kantor Pertahanan resminya. Lihat
[1]
Cina, meski mempunyai sistem
senjata nuklir
dan pengiriman yang maju, secara luas dipandang, di dalam negeri maupun
di luar, hanya mempunyai kemampuan yang terbatas untuk mengerahkan
kekuatan militernya ke luar Cina dan tidak dianggap sebagai sebuah
adidaya meski sering dianggap sebagai kekuatan regional yang besar karena kebayakan peralatan
senjata
yang digunakan oleh Republik Rakyat Cina masih kuno dan perlu
dimodernkan dari segi standar Amerika Serikat. Akan tetapi ia masih
dilihat sebagai kuasa setingkat
adidaya regional. Angkatan udaranya masih memerlukan pesawat perang pengangkut dan kebanyakan pesawat perangnya sudah ketinggalan zaman.
Penganggaran menujukan bahwa perbelanjaannya yang berjumlah AS$56
miliar merupakan yang ketiga terbesar setelah Amerika Serikat (lebih
dari AS$ 400 miliar untuk tahun anggaran 2005-2006) dan Rusia.
Lihat juga: Anggaran militer Cina.
Tentara RRC kini berusaha bersungguh-sungguh menguatkan dirinya
sebagai persiapan kemungkinan berperang dengan Amerika Serikat oleh
sebab
Taiwan. RRC secara aktif membeli senjata petarung canggih seperti
Su-27 dan
Su-30.
Ia juga menghasilkan petarungnya sendiri. Rancangan khusus untuk
menaikkan angkatan tentara lautnya diambil setelah ia sendiri
menyaksikan kehebatan AU Amerika di Irak. Pertahanan udara bersumber
peralatan ultramodern S-300 Surface yang dikatakan merupakan sistem
terbagus menahan dan menghalang peluru kendali udara di dunia. RRC juga
menambah angkatan daratnya dengan memodernkan peralatan elektronik
mereka dan memperbagus kebolehkan untuk mengenai sasaran secara tepat.
Tentara republik dan cabang ketentaraan yang lain adalah suatu ancaman
besar kepada dominasi Amerika atas dunia pada masa kini, terutama di
kawasan-kawasan Asia Timur seperti Selat Taiwan, di mana tanah besar
Cina menempatkan dan mengumpulkan tentaranya, dan juga secara langsung
mengarahkan senjata peluru kendalinya ke arah Taiwan.
Gambaran tentara republik tercoreng telak dengan tindakannya memadamkan demonstrasi pelajar di
Tian'anmen pada tahun 1989.
EKONOMI
Republik Rakyat Cina mencirikan ekonominya sebagai
Sosialisme dengan ciri Cina. Sejak akhir
1978, kepemimpinan Cina telah
memperharui ekonomi
dari ekonomi terencana Soviet ke ekonomi yang berorientasi-pasar tapi
masih dalam kerangka kerja politik yang kaku dari Partai Komunis. Untuk
itu para pejabat meningkatkan kekuasaan pejabat lokal dan memasang
manajer dalam
industri, mengizinkan perusahaan skala-kecil dalam jasa dan
produksi
ringan, dan membuka ekonomi terhadap perdagangan asing dan investasi.
Kearah ini pemerintah mengganti ke sistem pertanggungjawaban para
keluaga dalam
pertanian dalam penggantian sistem lama yang berdasarkan penggabunggan, menambah kuasa pegawai setempat dan pengurus kilang dalam
industri, dan membolehkan berbagai usahawan dalam layanan dan
perkilangan ringan,
dan membuka ekonomi pada perdagangan dan pelabuhan asing. Pengawasan
harga juga telah dilonggarkan. Ini mengakibatkan Cina daratan berubah
dari
ekonomi terpimpin menjadi
ekonomi campuran.
Pemerintah RRC tidak suka menekankan kesamarataan saat mulai membangun
ekonominya, sebaliknya pemerintah menekankan peningkatan pendapatan
pribadi dan konsumsi dan memperkenalkan sistem manajemen baru untuk
meningkatkan produktivitas. Pemerintah juga memfokuskan diri dalam
perdagangan asing sebagai kendaraan utama untuk pertumbuhan ekonomi,
untuk itu mereka mendirikan lebih dari 2000
Zona Ekonomi Khusus (
Special Economic Zones, SEZ) di mana hukum investasi direnggangkan untuk menarik modal asing. Hasilnya adalah
PDB yang berlipat empat sejak 1978. Pada
1999
dengan jumlah populasi 1,25 miliar orang dan PDB hanya $3.800 per
kapita, Cina menjadi ekonomi keenam terbesar di dunia dari segi nilai
tukar dan ketiga terbesar di dunia setelah
Uni Eropa dan
Amerika Serikat
dalam daya beli. Pendapatan tahunan rata-rata pekerja Cina adalah
$1.300. Perkembangan ekonomi Cina diyakini sebagai salah satu yang
tercepat di dunia, sekitar 7-8% per tahun menurut statistik pemerintah
Cina. Ini menjadikan Cina sebagai fokus utama dunia pada masa kini
dengan hampir semua negara, termasuk negara Barat yang mengkritik Cina,
ingin sekali menjalin hubungan perdagangan dengannya. Cina sejak tanggal
1 Januari 2002 telah menjadi anggota
Organisasi Perdagangan Dunia.
Uang kertas 1 Yuan tahun 1960
Uang kertas 100 Yuan tahun 2005
Cina daratan terkenal sebagai tempat produksi biaya rendah untuk menjalankan aktivitas
pengilangan, dan ketiadaan
serikat sekerja
amat menarik bagi pengurus-pengurus perusahaan asing, terutama karena
banyaknya tenaga kerja murah. Pekerja di pabrik Cina biasanya dibayar 50
sen - 1 dolar Amerika per jam (rata-rata $0,86), dibandingkan dengan $2
sampai $2,5 di
Meksiko
dan $8.50 sampai $20 di AS. Buruh-buruh RRC ini seringkali terpaksa
bekerja keras di kawasan berbahaya dan mudah ditindas majikan karena
tiada undang-undang dan serikat pekerja yang bisa melindungi hak mereka.
Pada akhir 2001, tarif listrik rata-rata di Provinsi
Guangdong
adalah 0,72 yuan (9 sen Amerika) per kilowatt jam, lebih tinggi dari
level rata-rata di Cina daratan 0,368 yuan (4 sen AS). Cina resmi
menghapuskan "direct budgetary outlays" untuk ekspor pada
1 Januari 1991.
Namun, diyakini banyak produsen ekspor Cina menerima banyak subsidi
lainnya. Bentuk subsidi ekspor lainnya termasuk energi, bahan material
atau penyediaan tenaga kerja. Ekspor dari produk agkrikultur, seperti
jagung dan
katun, masih menikmati subsidi ekspor langsung. Namun, Cina telah mengurangi jumlah subsidi ekspor jagung pada
1999 dan
2000.
Biaya bahan mentah yang rendah merupakan satu lagi aspek ekonomi Cina.
Ini disebabkan persaingan di sekitarnya yang menyebabkan hasil
berlebihan yang turut menurunkan biaya pembelian bahan mentah. Ada juga
pengawasan harga dan jaminan sumber-sumber yang tinggal dari sistem
ekonomi lama berdasarkan
Soviet.
Saat negara terus menswastakan perusahaan-perusahaan miliknya dan
pekerja berpindah ke sektor yang lebih menguntungkan, pengaruh yang
bersifat deflasi ini akan terus menambahkan tekanan keatas harga dalam
ekonomi.
Insentif pajak "preferensial" adalah salah satu contoh lainnya dari
subsidi ekspor. Cina mencoba mengharmoniskan sistem pajak dan bea cukai
yang dijalankan di perusahaan domestik dan asing. Sebagai hasil, pajak
"preferensial" dan kebijakan bea cukai yang menguntungkan eksportir
dalam zona ekonomi spesial dan kota pelabuhan telah ditargetkan untuk
diperbaharui.
Ekspor Cina ke Amerika Serikat sejumlah $125 miliar pada 2002; ekspor
Amerika ke Cina sejumlah $19 miliar. Perbedaan ini desebabkan utamanya
atas fakta bahwa orang Amerika mengonsumsi lebih dari yang mereka
produksi dan orang Cina yang dibayar rendah tidak mampu membeli produk
mahal Amerika. Amerika sendiri membeli lebih dari yang dibuatnya dan
sekalipun rakyat RRC ingin membeli barangan buatan Amerika, mereka tidak
dapat berbuat demikian karena harga barang Amerika terlalu tinggi.
Faktor lainnya adalah
pertukaran valuta yang tidak menguntungkan antara
Yuan Cina dan
dolar AS yang di"kunci" karena RRC mengikatkannya kepada kadar tetap 8 renminbi pada 1 dolar. Pada 21 Juli
2005,
Bank Rakyat Cina
mengumumkan untuk membolehkan mata uang renminbi ditentukan oleh
pasaran, dan membolehkan kenaikan 0,3% sehari. . Ekspor Cina ke Amerika
Serikat meningkat 20% per tahun, lebih cepat dari ekspor AS ke Cina.
Dengan penghapusan kuota tekstil, RRC sudah tentu akan menguasai
sebagian besar pasaran baju dunia.
[3],
[4]
Pada 2003, PDB Cina dari segi
purchasing power parity
mencapai $6,4 trilyun, menjadi terbesar kedua di dunia. Menggunakan
penghitungan konvensional Cina diurutkan di posisi ke-7. Meski jumlah
populasinya sangat besar, ini masih hanya memberikan PNB rata-rata per
orang hanya sekitar $5.000, sekitar 1/7 Amerika Serikat. Laporan
pertumbuhan ekonomi resmi untuk 2003 adalah 9,1%. Diperkirakan oleh CIA pada 2002 bahwa agrikultur menyumbangkan sebesar 14,5% dari PNB
Cina, industri dan konstruksi sekitar 51,7% dan jasa sekitar 33,8%.
Pendapatan rata-rata pedesaan sekitar sepertiga di daerah perkotaan,
sebuah perbedaan yang telah melebar di dekade terakhir. Oleh karena ukurannya yang amat luas dan
budaya yang amat panjang sejarahnya, RRC mempunyai tradisi sebagai sebuah negara penguasa ekonomi. Dalam kata
Ming Zeng, profesor pengurus di
Shanghai,
Dalam sebagian statistik, pada pengujung abad ke 16 sekalipun, RRC mempunyai sepertiga PDB. Amerika Serikat
yang gagah pada masa kini hanya mempunyai 20%. Jadi, jika Anda membuat
perbandingan sejarah ini, tiga atau empat ratus tahun terdahulu, Cina
tentulah kuasa terbesar dunia. Percobaan mewujudkan kembali keadaan yang
membanggakan ini sudah tentu adalah salah suatu tujuan orang Cina. Maka tidak mengherankan fenomena kebanjiran orang bukan Cina dunia yang lain mau mempelajari
Bahasa Cina ini dan kegeraman Amerika dan Barat terhadap Cina secara umum terjadi pada skenario politik dunia pada hari ini.
Akan tetapi, jurang
pengagihan kekayaan di antara pesisiran
pantai dan kawasan pendalaman Cina masih amat besar. Untuk menandingi
keadaan yang berpotensi mengundang bahaya ini, pemerintah melaksanakan
strategi
Pembangunan Cina Barat pada tahun 2000,
Pembangunan Kembali Cina Timur Laut pada tahun 2003, dan
Kebangkitan Kawasan Cina Tengah pada tahun 2004, semuanya bertujuan membantu kawasan pedalaman Cina turut membangun bersama.
BUDAYA
Norma tradisional Cina diperoleh dari versi ortodoks
Konfusianisme,
yang diajarkan di sekolah-sekolah dan bahkan merupakan bagian dari
ujian pelayanan publik kekaisaran pada zaman dulunya. Akan tetapi
keadaan tidak selalu begitu karena pada masa dinasti Qing umpamanya
kekaisaran Cina terdiri dari banyak pemikiran seperti
legalisme, yang di dalam banyak hal tidak serupa dengan
Kong Hu Cu,
dan hak-hak mengkritik kerajaan yang zalim dan perasaan moral invididu
dihalangi oleh pemikir 'orthodoks'. Sekarang, adanya neo-Konfucianisme
yang berpendapat bahawa ide
demokrasi dan
hak asasi manusia sejajar dengan
nilai-nilai tradisional Konfuciusme 'Asia'.
Para pemimpin yang memulai langkah-langkah untuk mengubah
masyarakat Cina
setelah berdirinya RRC pada 1949 dibesarkan dalam lingkungan tua dan
telah diajarkan norma hidup sesuai dengan lingkungan hidupnya. Meskipun
mereka merupakan revolusioner yang mampu beradaptasi dengan zamannya,
mereka tidak ingin mengubah budaya Cina secara besar-besaran. Sebagai
pemerintah langsung, para pemimpin RRC mengganti aspek tradisional
seperti kepemilikan tanah di desa dan pendidikan tetapi masih menyisakan
aspek-aspek lainnya, misalnya struktur keluarga. Kebanyakan pemerhati
luar berpendapat bahwa waktu setelah 1949 bukanlah sesuatu yang berbeda
di RRC dibandingkan dengannya sebelum itu, malah merupakan penerusan
cara hidup yang berpegang pada nilai-nilai lama masyarakat Cina.
Pemerintah baru diterima tanpa protes apapun karena
pemerintahan
baru dianggap "mendapat mandat dari surga" untuk memerintah,
mengambil-alih pucuk kepemimpinan dari kekuasaan lama dan mendapat rida
para dewa. Seperti pada zaman lampau, pemimpin seperti
Mao Zedong telah disanjung. Pergantian dalam masyarakat RRC tidak konsisten seperti yang didakwa.
Sepanjang masa pemerintahan RRC, banyak aspek budaya tradisi Cina
dianggap sebagai seni lukis, peribahasa, bahasa, dan sebagainya yang
lain telah coba dihapus oleh pemerintah seperti yang terjadi pada
Revolusi Kebudayaan karena didakwa kolot,
feodal
dan berbahaya. Semenjak itu, Cina telah menyadari kesalahannya dan
mencoba untuk memulihkannya semula, seperti reformasi Opera Beijing
untuk menyuarakan
propaganda komunisnya. Dengan berlalunya waktu, banyak aspek tradisi Cina telah diterima kerajaan dan rakyatnya sebagai
warisan dan sebagian jati diri Cina. Dasar-dasar resmi pemerintah kini dibuat berlandaskan kemajuan dan penyambung
peradaban RRC sebagai sebagian identitas bangsa.
Nasionalisme juga diterapkan kepada pemuda untuk memberi legitimasi kepada pemerintahan
Partai Komunis Cina.
OLAHRAGA
Olimpiade Beijing 2008 diadakan di
Beijing
pada 8-24 Agusutus 2008 yang konon menjadi olimpiade termegah dan
terbesar dalam sejarah umat manusia dengan acara pembukaan yang diadakan
pada pukul 08:08:08 (8 malam lewat 8 menit dan 8 detik – angka 8
diasosiasikan dengan kemakmuran dalam kebudayaan Cina). Logo resmi
pertandingan, berjudul "Beijing Menari", dibentuk berdasarkan karakter
kaligrafi "jing", merujuk kepada kota tuan rumah Beijing. Maskot Beijing
2008 adalah lima Fuwa (Hanzi: 福娃; Pinyin: Fúwá; secara harafiah
bermakna "boneka-boneka keberuntungan"), masing-masing menggambarkan
satu warna pada cincin Olimpiade. Moto Olimpiade 2008 adalah "Satu
Dunia, Satu Impian". Olimpiade Beijing terdiri atas 302 pertandingan
dari 28 cabang olahraga. Selama 16 hari tayangan NBC di Amerika Serikat,
telah menjadi program televisi yang paling diminati, dengan total 211
juta penonton berdasarkan survei Nielson Media Research, 2 juta lebih
banyak dibandingkan Olimpiade Atlanta 1996, pemegang rekor sebelumnya.
Pada olimpiade yang ke-29 ini, tuan rumah Republik Rakyat Cina berhasil
menjadi juara umum dengan perolehan 51 emas, 21 perak, dan 28 perunggu.